Archive for January, 2008

MFI

Thursday, January 24th, 2008

not related to animation
but yet related to the industry………

 

 

pengkikisan kualitas dan moral seni film (bioskop, sinetron dsb) di indonesia
kayaknya dah makin parah

dah sejak jamannya warkop diperah habis ma produsernya
(dinasti punjabi….??? ram and soraya kan yaaa…??)
yg membuat film mereka semakin tahun semakin ancor
kualitasnya

 

puncak kualitas film warkop adalah pas awal mereka maen film
1979-1983an deh

 

kemudian sinetron indonesia makin lah ancor pula
gak adalah yg semacam sinetron2 tvri dulu
(jendela rumah kita, sengsara membawa nikmat, aci…..)

TV dan film ditonton ratusan juta orang
kata taufik ismail 170 juta orang
dicekokin dengan budaya segelintir eksekutif station tv dan produser2 filmnya

 

 

MFI yg katanya sineas muda indonesia
mau membuat sistem rating dan menghapuskan LSF
mereka terlalu berkiblat ke amerika rupanya

 

kreatifitas itu tidak bisa dibelenggu……..
dengan norma2 dan aturan justru terciptalah kreatifitas
dengan ada batasan2, permasalahan bakal tercipta sebuah ide2

lihat seni ornamen arab karena tidak boleh menggambar makhluk hidup
maka tercipta seni kaligrafi dan ornamen2 geometris

lihat film2 hongkong dan cina yg aturan sensornya amat keras
apa film mereka mati…??
in the mood of love, film yg super romantis ttg perselingkuhan
gejolak cinta tanpa ada sedikit pun adegan percintaan

lihat india
anda bisa hitung ada berapa adegan ciumannya…?
kekerasannya…?? mereka buat berlebih2 sehingga tidak menyerupai kejadian
sesungguhnya….

film2 di negara2 islam spt iran

mereka tidak membuat ide filmnya dari ekspresi syahwat (meminjam istilah taufik ismail) tp dari ide2 kecil aja spt sepatu rusak…

 

peraturan, batasan dan norma di negara2 tersebut jelas, tegas

 

bandingan kan dengan film kita yg sedang bangkit
berkat reformasi
quickie ekspress, otomatis romantis, kawin kontrak
buruan cium gue, hantu jeruk purut, setan jembatan ancol,
i love you oom, kuntilanak, pocong 2, pocong 3………

ada beberapa acara TV dan film yg memang membuat
kita bangga. tapi tetap tenggelam dengan banyaknya sampah
menggambang di dunia hiburan kita.

 

Sastro

saya merasa tak terhibur tuh pulang kerja nonton TV…..