Gaya Animasi Indonesia

130205aanimasi

"(ini potongan email dari adik kelas yg nanya apakah bener animasi indonesia
sekarang dipengaruhi jepang…..???? untuk mata kuliah seminar dia )
       
       
(sebenarnya animasi mana yg dipengaruhi jepang…??? emang ada animasi indonesia..??? )"

       
       
ok
kita anggap kamu dah ngerti perbedaan
anime (japanesse animation) dan animasi klasik (yg diwakili oleh disney dan
tex avery aja…)
       
       
jadi kamu menggangap animasi indon sekarang mirip2
anime

       
       

kita lihat dari sejarah animasi indon aja

pertama jelas gak lepas dari ilustrasi dan komik
yg udah duluan berkembang sejak 30an
kemudian booming pada tahun 60an dan 70an
booming animasi indon terjadi pada 70an
dimana komik jg sedang naik2nya

pemerintah pada saat itu mendukung kegiatan
kesenian spt ini
maka dikirim beberapa orang untuk belajar animasi
di london, amrik, prancis.

       
       

dwi koen, partono, suyadi (pak raden)
denny djoned (murid dari ricahard williams dan art
babbit, generasi ke 2 dan 1 animator disney)dll adalah
pelopor2 pertama animasi

**kesimpulannya mereka belajar dari animasi klasik
bukan anime (karena anime jg sedang berkembang saat
itu)

tapi kemudian bantuan pemerintah tidak lagi berlanjut
maka animasi indon mengalami stagnasi

datanglah studio2 jepang membawa
kerjaan inbeetween dan membuat background (BG)
jadi sistem mereka adalah
mereka membuat cerita, membuat karakter, membuat
key animation, membuat layout. (yg memerlukan
kreativitas)

       
       

sedangkan pekerjaan2 buruhnya dibuang ke negara2 lain

industri ini menjadi booming dan menjanjikan
uang lumayan
pusat industri ini ada di jakarta dan bali
kita pernah mengerjakan doraemon, candy2, sailormoon
dll

para supervisornya pun terkadang dididik langsung
dgn mengirim mereka ke jepang

       
       

karena idealismenya animator2 ini jg
akhirnya membuat karya mereka sendiri
spt serial satrianusantara (tpi), dan serial2 lain yg
gak sampe ditayangkan

**maka kesimpulannya pada industri ini kita pada saat itu terpengaruhi oleh gaya anime

di bandung pada 1990an lahir redrocket yg melawan arus
utk tdk ikut industri buruh ini
didirikan oleh animator2 kanada yg mendidik
lulusan muda bandung menjadi animator
melahirkan karya2 mtv bumper, mtv land opening yg
dipakai selama bertahun2, psa yg menjadi finalis di
festival amrik, serial tv (indosiar 13 episode), layar
lebar (kerjasa dgn malay) dan jg akhirnya goes digital
menghasilkan motiongraphic trans dan metro rcti
iklan2

       
       

pada masa krisis moneter
industri animasi jg akhirnya ambruk
dgn tumbangnya studio2 animasi

industri buruh animasi tumbang karena
tidak bisa bersaing harga dengan cina, korea dan india

redrocket tumbang karena minimnya minat investasi pada
animasi 2d

industri animasi

yg tetap bertahan adalah animasi
iklan
dengan makin mantabnya studio2 animasi iklan di
jakarta
surabaya dan bali

didukung dengan kemajuan tehnologi komputer
dan banyaknya lulusan seni yg tertarik pada animasi
(dengan mudahnya mereka membuat animasi dengan komputer
terutama animasi cgi (3d))

pemain2 lama dari industri sebelumnya
terjun ke iklan jg (2d) ada yg belajar 3d jg
ke vcd anak (2d)
dan mempersiapkan ledakan animasi dengan membuat
film animasi (beberapa studio)

       
       

**pada era ini (sekarang) pengaruh klasikal dan anime sudah
membias, dengan bercampurnya generasi lama dan baru
pada industri
sama halnya yg terjadi di amrik

animasi amrikpun semakin lama terpengaruh anime
yg terbukti efektif untuk sebuah industri
yg cepat dan tetap menghasilkan karya menarik
(serial2 warnerbross dan cartoon network)

anime mau tak mau mempengaruhi animasi seluruh dunia
tapi anime jg dipengaruhi animasi klasik amrik karena memang disitulah
letak pengembangan pertama dan kiblat prinsip2 animasi pertama

       
       
anime sendiri menurut saya adalah hanya gaya

gaya yg didapat dari pengolahan budaya jepang. seperti komik jepang (manga)
jadi tidak adil kalo membedakan anime dgn animasi yg lainnya
ini hanya masalah gaya saja
gaya yg sedang populer di jaman sekarang

       
       

saya pikir remaja2 yg hyperia dengan anime bakal gak begitu tertarik dengan
anime2 miyazaki, satoshi kon dst
karena perbedaan style (walo tetap anime alias animasi jepang)
(gak akan habis kalo ngomong ttg gaya anime mah…)

di indon sendiri
karena pengaruh lingkungan dan minimna pengetahuan
animasi klasik maka budaya animasi yg pop
dan yg populer lah yg cepat diserap oleh animator
generasi baru
maka generasi baru cenderung "anime"

       
       

yg dibutuhkan sekarang dengan minat yg besar
anak muda akan animasi, adalah sekolah animasi
yg layak, yg akan mengajarkan animasi dengan benar
tanpa terpengaruh "gaya"

Leave a Reply